14 Apr 2017

Dasar Muna !

Sebelumnya, kalian udah pasti ngerti kan apa singkatan dari "muna" diatas? Ya, munafik. Yang jelas, munafik itu sifat madmumah yang di jaman sekarang banyak disalah artikan.

Contoh! :

X : Kamu suka sama si Z yah?
Y : Kata siapa?
X : Ayolah.. ngaku aja, gak usah "muna"

????????? Masa iya minta si X ngaku, mesti pake kata "gak usah muna"

Melihat di kehidupan nyata, sebagian orang memang sudah tidak canggung lagi untuk mengeluarkan kata "muna" atau "munafik". Bahkan karena hal yang bukan ciri dari munafikpun disebut munafik. Maka dari itu, nuduh orang lain munafik itu ada hukumnya. Hukumnya ya pasti dosa. Bahkan bisa jadi orang yang mengatakan orang lain munafik padahal tidak, dirinyalah yang termasuk orang munafik.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji mengingkari, dan jika dipercayai mengkhianati” (HR Al-Bukhari)
Tapi, tapi... akan lebih bijaksana lagi jikalau kita juga tidak cepat menyimpulkan dari 3 ciri orang diatas sebagai orang munafik. Misalnya, si A udah janji mau pergi bareng B, padahal dia udah punya janji sebelumnya sama si C. Namanya juga lupa kan? Masa sampe benci karena lupa? Padahal kan manusia udah kodratnya, gak luput dari salah dan khilaf (lupa). Jadi, alangkah indahnyaaa untuk berpositif thinking yang bisa bikin kita awet muda ^^ hihi :D
Dari Abu Zar ra, ia mendengar Nabi saw bersabda, “Seorang pria yang menuduh pria lain jahat, atau menuduhnya kafir, maka tuduhan itu berbalik kepadanya, jika orang yang dituduhkannya itu tidak seperti itu.”
Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah saw bersabda: “Apabila seseorang berkata, ‘Celakalah mereka!’ maka orang itulah yang paling celaka.
Bisa ditarik kesimpulan, bahwa memang MUNAFIK itu ternyata memiliki ciri yang lebih spesifik. Aku udah beberapa kali mencantumkan di beberapa postingan aku sebelumnya, bahwa memang penilai yang paling akurat ya Alloh, yang nyiptain kita.

Dan kita yang punya senjata paling tajam (lidah) mesti lebih berhati-hati dalam berkata, kaya nyinggung perasaan orang lain, menghina, apalagi sampe ngeluarin kata MUNAFIK.

Udah sih jelasinnya segitu aja. Aku cuma gak mau kalian apalagi aku dengan mudahnya bilang orang lain "munafik". Bukannya ngerasa alim, paling bener, apalagi paling suci. Aku juga sadar aku pasti punya salah. Cuma terpikir saja "apa salahnya untuk mengingatkan?" :)

30 Mar 2017

Merasa Mulia Tapi Malah Menjadi Hina


Nabi Muhammad SAW sebagai Rosul kita, orang yang dijamin bakalan masuk surga, gak pernah sedikitpun ngerasa paling suci ataupun ngerasa mulia karena kebaikannya yang gak keitung. Apakah kita pernah merasa mulia karena secuil kebaikan kita? Astaghfirulloohal adziim :')

Di postingan ini, ada beberapa firman Alloh dan sabda Rosulloh sebagai pengingat kita buat gak berbangga diri dengan kebaikan yang udah kita perbuat.

Allah Ta’ala berfirman : 
هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَإِذْ أَنْتُمْ أَجِنَّةٌ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى
“Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (QS. An Najm: 32).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
لاَ تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمُ اللَّهُ أَعْلَمُ بِأَهْلِ الْبِرِّ مِنْكُمْ
“Janganlah menyatakan diri kalian suci. Sesungguhnya Allah yang lebih tahu manakah yang baik di antara kalian.” (HR. Muslim).
Melihat contoh Abu Bakr, ia malah berdoa ketika dipuji oleh orang lain.
اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ 
Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka] (Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)
Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata, “Barangsiapa diberikan musibah berupa sikap berbangga diri, maka pikirkanlah aib dirinya sendiri. Jika semua aibnya tidak terlihat sehingga ia menyangka tidak memiliki aib sama sekali dan merasa suci, maka ketahuilah sesungguhnya musibah dirinya tersebut akan menimpa dirinya selamanya. Sesungguhnya ia adalah orang yang paling lemah, paling lengkap kekurangannya dan paling besar kecacatannya.”
Dalam Shaid Al-Khatir, Ibnu Jauzi mengungkapkan bahwa "lebih baik engkau berbuat maksiat lalu kau menyesal karenanya, ketimbang kau berbuat kebaikan, lalu kau menjadi sombong karenanya". 
Nah gimana? Jelas? Jangan males buat ngingetin orang2 yang kita sayang ya ^^

NB : ngingetin dalam hal baik, termasuk tidak merasa mulia karena telah berlaku baik.

27 Mar 2017

Hukum Penyebar Berita Palsu


Sering denger berita heboh? Langsung percaya apa nggak? Jujur, aku pribadi sering langsung percaya sama berita yang belum jelas dengan kenyataannya dan ternyata aku tahu itu FATAL setelah membaca firman Alloh berikut.
Allah SWT berfirman,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6]

Sesuatu yang belum jelas tanpa bukti memang tidak pantas untuk dipercayai. Dan aku nyesel pernah mempercayai kabar yang baru "KATANYA". Kalo jaman sekarang namanya HOAX kan? Ah sudahlah, penyesalan memang selalu datang terlambat. Yang jelas, kita sekarang sama-sama buat nggak mudah terpengaruh apalagi gampang percaya sama berita yang belum jelas kebenarannya.

Berita palsu itu sendiri menurutku berita yang dibuat-buat atau dimodifikasi sedemikian rupa biar terlihat heboh. Kita hidup di dunia pasti ada orang yang suka dan orang yang gak suka sama kita. Secara logika, orang yang suka kita mana mungkin nyebarin berita palsu apalagi isi berita itu tentang kejelekan kita. Jadi, orang yang nyebarin berita palsu tentang kejelekan kita itu, orang yang gak suka sama kita? STOP NEGATIVE THINKING! Karena itu juga belum tentu adanya.

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. (Q.S An-Nur : 11)

Maksud dari artian diatas tentunya golongan kita ya manusia. Dan orang-orang yang nyebarin berita palsu selain mendapat penyesalan, juga mendapat adzab yang besar. Karna mungkin nyebarin berita palsu termasuk fitnah kali ya? Wallohu a'lam..


24 Mar 2017

Positive thinking VS Negative Thinking

Hay semuaaa pada sehat kan? Syukurlah kalo pada sehat, yang kurang sehat semoga lekas sembuh hehe. Kali ini aku mau bahas soal "Thinking". Kita manusia terlahir dengan adanya akal dan pikiran. Jika ingin menjadi manusia yang baik, ya tentu cara berpikir kita juga mesti baik. Bener gak? Menurutku sih yes.

Aku pernah liat di TV ada cewek luar negri yang umurnya udah 50 tahunan tapi cantiknya subhanalloooh masih keliatan kaya umur 20-an. Tau gak rahasianya apa? Dia bilang dia selalu berpikiran positif pada siapapun dan pada hal apapun.

Wah wah wah, awesome! jadi pwengen! Selain hubungan persaudaraan tetap baik, positive thinking juga bisa bikin kita terbebas dari penyakit hati. Tau sendiri lah efek penyakit hati gimana, bikin amalan terkuras. Kalo soal negative thinking gimana?


Oke, negative thinking = berpikiran negatif/buruk. Kalo pikiran terus aja buruk, otomatis ke tingkah laku kita juga pasti jadi buruk. Apa yang kita pikir buruk belum tentu kenyataan juga buruk.  Udah dapet dosa, nyesel karna berpikir buruk, hubungan persaudaraan pun jadi buruk.

Jadi sekarang tau kan mana yang mesti kita pilih? Aku yang berlumur dosa sih milih yang positive thinking. Negative thinking yang udah pernah kita alamin, kita buang dari kebiasaan kita. Yuk sama-sama ber positive thinking ^_^
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pernah menyampaikan sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi: 
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ، وَلاَ تَحَسَّسُوْا، وَلاَ تَجَسَّسُوْا، وَلاَ تَنَافَسُوْا، وَلاَ تَحَاسَدُوْا، وَلاَ تَبَاغَضُوْا، وَلاَ تَدَابَرُوْا، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهَ إِخْوَانًا كَمَا أَمَرَكُمْ، الْمُسْلِمُ أَخُوْ الْمُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يَخْذُلُهُ، وَلاَ يَحْقِرُهُ، التَّقْوَى هَهُنَا، التَّقْوَى ههُنَا -يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ- بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ، إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ، وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ 
“Hati-hati kalian dari persangkaan yang buruk (zhan) karena zhan itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian mendengarkan ucapan orang lain dalam keadaan mereka tidak suka. Janganlah kalian mencari-cari aurat/cacat/cela orang lain. Jangan kalian berlomba-lomba untuk menguasai sesuatu. Janganlah kalian saling hasad, saling benci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang Dia perintahkan.
Bakar bin Abdullah Al-Muzani yang biografinya bisa kita dapatkan dalam kitab Tahdzib At-Tahdzib berkata: "Hati-hatilah kalian terhadap perkataan yang sekalipun benar kalian tidak diberi pahala, namun apabila kalian salah kalian berdosa. Perkataan tersebut adalah berprasangka buruk terhadap saudaramu".
Abu Hatim bin Hibban Al-Busti bekata dalam kitab Raudhah Al-'Uqala (hal.131), "Orang yang berakal wajib mencari keselamatan untuk dirinya dengan meninggalkan perbuatan tajassus dan senantiasa sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri. Sesungguhnya orang yang sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri dan melupakan kejelekan orang lain, maka hatinya akan tenteram dan tidak akan merasa capai. Setiap kali dia melihat kejelekan yang ada pada dirinya, maka dia akan merasa hina tatkala melihat kejelekan yang serupa ada pada saudaranya. Sementara orang yang senantiasa sibuk memperhatikan kejelekan orang lain dan melupakan kejelekannya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan merasa letih dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya".
# Tajassus adalah mencari-cari kesalahan orang lain dengan cara menyelidiki atau memata-matai dan termasuk cabang dari kemunafikan.

9 Mar 2017

About Knowing Every Particular Object

Judulnya keren kan? Haha itu singkatan dari KEPO wkwk. Kalo diminta jawaban satu-satu tetep aja inti dari kepo itu pengen tau seeedetail-detailnya. Tapi sebagian orang nganggap orang lain yang pengen tau dalam hal wajarpun dibilang kepo. Kalo keponya dalam hal agama, ilmu pengetahuan, atau hal baik lainnya it's no problem. Yang jelas jangan kepo sama urusan orang lain. Setuju gak? So this is just remember for me and anyone ^^

Orang yang kepo biasanya terlihat bahwa dia mengetahui berbagai informasi yang nyatana dia tidak tahu banyak, makanya dia kepo. Kepo bisa terjadi karena berbagai alasan. Dan yang paling berbahaya, kepo karna iri.

Baca juga :  Lihat Kekurangan Sendiri Sebelum Menilai Kekurangan Yang Lain

Berdasarkan wikipedia iri itu..
Iri hati (bahasa Inggris: envy, bahasa Latin: invidia), terkadang disebut juga dengki atau hasad, adalah suatu emosi yang timbul ketika seseorang yang tidak memiliki suatu keunggulan—baik prestasi, kekuasaan, atau lainnya—menginginkan yang tidak dimilikinya itu, atau mengharapkan orang lain yang memilikinya agar kehilangannya
Misalkan si A iri sama si B, akhirnya si A kepo biar tau apa aja yang B punya biar si A nggak kalah punya dari si B. Jadi ngerti kan maksud ami?

Dikutip dari pemilik akun gideonidea :
PERHATIKAN: Orang yang KEPO-in kamu tdk pernah lebih hebat dari dirimu. Jika dia lebih hebat darimu, pasti tdk ada waktu utk KEPO!
NB : Kepo tidak berlaku bagi orang tua, suami, atau keluarga terdekat karena mereka memiliki hak untuk mengetahui urusan kita.

4 Mar 2017

Tidak Membalas Karena Tahu Ada Yang Maha Membalas

Sebelumnya, mohon maaf kalo ada pihak yang tersinggung. Aku tulis postingan ini cuma buat sharing biar kita bisa sama-sama ngingetin diri kita sendiri dan orang-orang yang kita sayang.
Kejahatan dibalas kejahatan = sama-sama jahat
Kebaikan dibalas kejahatan = gatau diri
Kebaikan dibalas kebaikan = balas budi
Kejahatan dibalas kebaikan ? Amazing! Awesome!
* Kejahatan yang aku maksud disini, kejahatan lisan (kata-kata yang nyakitin, pedes, fitnah, dsb)


Ucapan yang gak dijaga (tanpa mikir dulu, itu ucapan nyakitin orang lain/ngga) itu bisa jadi kebiasaan karena gak ada orang lain yang ngasih tau kalo sikapnya itu emang salah. Atau... bisa juga karena emang orang itu BATU, alias nggak mau terima nasehat baik dari orang lain. Dan biasanya, malah bilang kalo orang yang ngasih tau itu So' ALIM!

Kalo soal ngomongin orang lain.. ngomonginnya yang baik2 ya gak bakal dosa. Ngomongin keburukan orang lain yang bikin dosa. Secara aib orang lain dibuka dan disebarin lagi dari orang ke orang. Sadar gak kalo buka aib orang lain, aib kita juga bakalan dibuka abis2an sama Alloh? :'(

Jadi gini ya, bukannya aku ngerasa orang yang paling bener, aku juga mungkin pasti punya salah. Manusia kan gak luput dari salah dan khilaf. Kita saling maafin ya biar dosa itu gak kebawa sampe akhirat :') Kalo ada yang jahat sama kita, biar Alloh aja yang bales :')
Ibnu ‘Abbas mengatakan: ‘Allah memerintahkan orang beriman untuk bersabar di kala marah, bermurah hati ketika diremehkan, dan memaafkan di saat diperlakukan jelek. Bila mereka melakukan ini maka Allah  menjaga mereka dari (tipu daya) setan dan musuh pun tunduk kepadanya sehingga menjadi teman yang dekat.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim 4/109)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
إِيَّا كُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَتَدَابَرُوا وَلاَتَبَاغَضُوا وَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا

“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”


25 Feb 2017

Tasik, Aku Kembali

Tau lagu rapuh ciptaan Opick?
"Detik waktu, terus berjalan berhias gelap dan terang
suka dan duka, tangis dan tawa
tergores bagai lukisan

Seribu mimpi, berjuta sepi hadir bagai teman sejati
diantara.. lelahnya jiwa dalam resah dan air mata
ku persembahkan kepadaMu yang terindah dalam hidupku"
Lagu itu suka aku dengerin kalo aku lagi sedih. Sebenernya.. banyak banget luka liku yang aku alamin di Bekasi. Oke, langsung ke topik!

Setelah tanda tangan kontrak, aku ngekos sendiri. Di PT, aku kerja dua shift. Shift pagi dari jam 7 pagi sampe jam 4 sore sama shift malem dari jam 10 malem sampe jam 7 pagi (istirahat satu jam). Sabtu Minggu libur.


Cobaan Datang

Awal2 kerja, hati aku adem2 aja. Tapi kesananya, cobaan mulai dateng. Resiko kerja harus gober kaya tangan robot, sering kewalahan, dimarahin leader, tekanan dari sikap senior sama kondisi tangan aku yang tambah parah karna kena duraron (cairan kimia) kadang bikin aku pengen nyerah. *foto jari tangan yang kena duraron dulu udah aku hapus, sekarang alhamdulillah udah sembuh tanpa bekas hihi.

Liat slip gaji, inget perjuangan pengen dapet kerja, inget dukungan orang tua, aku berusaha semangat lagi buat jalanin semua seolah aku bisa lewatin semua rintangan itu. Tapi sayang, aku disana cuma bisa bertahan 6 bulan. Ya, aku resign.

Sebelumnya, aku selalu berusaha buat tetep semangat, berusaha buat mengabaikan apa2 yang bikin aku down. Waktu itu, aku selalu berusaha buat gak nangis. Tapi, ada satu waktu dimana aku gak bisa nahan air mata aku buat jatuh. Mereka! Mereka kompak bikin hati aku sakit. Bener2 sakit. Aku gak bisa ceritain secara detail gimana kejadiannya, rasanya terlalu nyakitin.


Dikirim Malaikat

Pas pulang, pas aku mau naik tangga.. kaki aku lemes banget, aku nangis. Aku gak tau, di belakang ada mba F. Dia nanya aku kenapa. Aku cuma liatin matanya dia. Pengen ngomong, tapi rasanya gak bisa. Akhirnya dia rangkul aku, dia bilang gini "Mi, aku boleh kan ikut ke kosan kamu?" Aku cuma ngangguk aja.

Begitu nyampe di kosan, aku suguhin dia cemilan. Dari situ, dia nanya lagi kenapa tadi aku nangis. Tadinya, aku sempet suudzon takut dia ngebocorin apa yang mau aku ceritain. Tapi dia yakinin aku, dia gak bakal cerita ke siapapun. Akhirnya, aku ceritain semua ke dia.

Setelah selesai cerita, percakapan kita gini

: "Bukannya pengen nyerah mba, aku udah terlanjur sakit hati banget. Kayaknya aku gak bisa lagi bertahan deh. Aku mau resign"
: "Aku juga ngerti sih Mi, apa yang kamu rasain. Kalo aku di posisi kamu, belum tentu juga aku bisa lewatin ini. Tapi kalo soal resign, mending kamu pikir2 lagi Mi. Kan sayang, kita kerja di PT gede, orang2 pengen banget kerja di tempat kita. Masa kamu mau resign?"
: "Aku sering mikirin itu mba buat jadi pertimbangan biar semangat kerjaku juga balik, cuma mau gimana. Aku juga kepikiran buat resign karna awalnya, mamah yang bilang resign aja kalo aku udah gak bisa bertahan lagi. Nanti aku mau omongin soal ini lagi sama mereka"

: "Oh yaudah kalo gitu. Yang sabar ya Mi"
: "Iya Mba, makasih ya udah mau ngertiin aku. Alloh tau, aku lagi butuh seseorang kaya Mba hehe
: "Ah kamu bisa aja"

Fix Resign

Pas adzan magrib, dia pamit pulang. Aku anterin sampe depan gerbang kosan. Setelah itu, aku langsung mandi, solat dan langsung ceritain semuanya ke orang tua via tlp. Aku ceritain semuanya. Respon mereka gini.
: "Mun sakirana emang tos teu tiasa diusahakeun deui, sok we eta mah teu langkung teteh"
: "Muhun atuh. Enjing bade nyarios ka leader"

*Aku di keluarga di panggil teteh, karna anak pertama. Translate indo dibawah

: "Kalo sekiranya emang udah gak bisa diusahain lagi, ya udah itu terserah teteh"
: "Iya mah. Besok mau bilang sama leader"
Besoknya, aku nyamperin ke meja leader. Aku kira begitu ngajuin resign, besoknya bisa langsung keluar, aku harus nunggu waktu satu bulan setelah pengajuan. Selama satu bulan itu, keadaan berubah. Membaik! Ada yang bilang, alesannya karna ada pihak yang seneng dapet kabar aku resign. Ah entahlah! Disyukurin aja lah, tanpa sedikitpun ngurungin niat buat resign.


Hari terakhir aku kerja, aku pulang paling akhir (udah biasa ditinggal sendiri karena keteteran). Jadi gak sempet salaman apalagi pamitan. Aku malah pamitan sama lawan shift yang udah pada dateng. Anak-anak lawan shift yang belum tau aku resign pada kaget. Aku cuma nyengir aja hehe. Aku cuma titip pesen buat leader shiftku ke anak satu shift, buat bilangin maaf gak sempet pamitan dulu. Soalnya besok pagi aku mau langsung pulang ke Tasik.

Kerjaan Baru

Setelah aku resign, aku gak langsung ngelamar kerja, aku pengen istirahat. Satu minggu berlalu aku jalanin bisnis online, jadi reseller. Nah pas udah 3 bulan, aku ngelamar kerja di tempat kerjanya temen R. Dan alhamdulillah dengan ijin Alloh aku dapet panggilan.


Sampe sekarang aku masih kerja disini sebagai marketing. Bos nya baik banget, soleh lagi. Meskipun baik, aku tetep jaga sopan santun kok. Temen-temen disini juga alhamdulillah pada baik. Insyaalloh baik lahir batin hehe.

Begitulah inti cerita dari pengalaman kerjaku. Aku bersyukur banget atas apa yang udah aku alamin dan aku dapat. Aku makin sadar kalo Alloh memang Maha Baik :')

*Kalo ada pandangan dari sikap atau tindakan aku yang kurang baik, mohon dimaklumin aja ya, toh aku juga manusia. Manusia kan gak sempurna ^^

18 Feb 2017

Perjuangan Terakhir Cari Kerja di Bekasi

Untuk postingan ini, aku cuma cerita intinya. Waktu itu aku dapet info kalo di Cikarang ada PT yang produksi boneka barbie, katanya ada lowongan kerja. Karena aku tertarik, satu hari sebelum tes aku ke Bekasi lagi. Hari dimana tes diadain, aku dianter sama tukang ojek soalnya paman gak bisa anter, karna ada upacara gabungan di kantor.

Nyesek

Begitu nyampe, yang mau ikut tes banyak banget. Belum lagi ada yang udah masuk ke dalem (posisi aku di luar gerbang). Tiap barisnya 200 orang. Makanya ada yang bilang orang yang mau ikut tes kayaknya nyampe ribuan.

Waktu aku masih liat orang2 sekitar, tiba2 satpamnya masang spanduk, isinya "MAAF LOWONGAN HARI INI DITUTUP" Padahal yang masih di luar gerbang masih banyak banget. Begitu aku baca tulisan itu, rasanya kecewa campur sedih campur pengen marah campur bingung campur.. aaah galau deh! Ini lebih galau waktu aku putus cinta waktu SMA *ups tapi aku cuma diem aja.

perjuangan terakhir cari kerja di bekasi
sekedar ilustrasi
Mata gak lepas liatin tulisan itu. Orang2 sekitar aku kaya orang lagi demo teriak2 minta gerbang dibukain, protes gak terima lowongan kerja di tutup. (Mau gak protes gimana? Di pengumuman interview jam 7, jam stengah 7 lowongan udah di tutup). Yang sampe nangis juga ada..

Aku gak langsung pulang karna liat yang lain juga masih pada nunggu ngarep itu gerbang dibuka buat kita semua. Beberapa menit kemudian, gerbang di buka karna peserta yang udah ikut tes mau pulang. Beberapa orang nekad masuk tanpa sepengetahuan satpam. Tiba2 dari belakang pada maju, aku yang ada di tengah otomatis jadi kebawa ke depan. Karena keliatan rusuh, akhirnya satpam liat. Darisitu, satpam jaga gerbang lebih ketat.

Program BPKB

Setelah yakinin diri, itu gerbang gak bakalan di buka lagi, aku langsung sms tukang ojek buat jemput dan langsung anterin aku ke kantornya paman. Kebetulan pas aku nyampe, ada paman di kantin (udah jam istirahat). Langsung aja aku ceritain. Dia juga ikut sedih sambil ngelus2 pundak ami. Tiba2 dia kaya inget sesuatu.

: "Oiya ibunya Rika (temen kantornya) katanya ngajarin jait baju, nanti dikasih makan 3x sama uang 50 rb perharinya. Mau gak?"
: "Mauuu"
: "Oke, ntar sore abis pulang kita ke rumahnya nanyain lebih lanjut"

Kesorean harinya, aku pergi kerumahnya Bu Rika. Katanya ini program pemerintah, namanya BPKB (Badan Pelatihan Kerja Bekasi), tempat nya disebut BLK (Balai Latihan Kerja). Dan ternyata kata mamanya gak cuma bidang menjahit aja, bidang lain juga ada. Cnc, komputer, las, otomotif, de el el. Aku pilih komputer. Ini dia penampakan lokasinya.

kantor balai latihan kerja bekasi

Hasil Penantian

Aku kira begitu daftar buat ikutan BPKB besoknya langsung diajarin, ternyata mesti ikut tes dulu. Semenjak hari pas tes pelatihan, aku barengan terus sama F sepupunya bu Rika. Selama nunggu pengumuman hasil tes, kita ngebolang sekalian nyari kerja, masuk2in lamaran ke PT PT sekitar Cibitung sama Cikarang. Liat deretan bangunan PT di kawasan MM2100 aku tambah ngiler pengeeen banget bisa kerja di salah satu PT disitu.

Nah pas hari pengumuman kelolosan BPKB, aku lolos di bidang komputer. Senengnyaaa cuma katanya harus nunggu 2 minggu lagi mulai diasramainnya. Yaudah aku pulang dulu aja ke Tasik bawa persyaratan buat asrama.

persyaratan ikut belai pelatihan ketenagakerjaan bekasi

Satu hari sebelum aku mau balik lagi ke Bekasi, niat aku kan mau asrama di BPKB, tapi ada panggilan kerja juga di salah satu PT Bonafit di Bekasi. Aku bingung mesti milih yang mana. Aku pikir2 lagi.. aku putusin buat dateng ke PT.

Setelah ikut tes ini itu dari mulai psikotes, tes kesehatan, interview HRD, interview user, praktek lapangan dan terakhir MCU (lamanya 2 minggu), alhamdulillah tanda tangan kontrak juga hehe. Aku dapet kontrak satu tahun disana, dan ada kesempatan di perpanjang satu tahun lagi. Huh ! :")

tanda tangan kontrak di pt padma soode indonesia


11 Feb 2017

Psikotes di PT Alfaria Trijaya Tbk

Setelah tiba hari diadain tes di PT Alfaria, aku berangkat sama Pak (inisial U).

Disana dia jadi kepala bagian. Begitu kita sampai di kantornya, ternyata peserta yang lain udah pada kumpul. Pak U nyuruh aku buat ikut gabung di barisan mereka.

Aku sempet ngobrol sama peserta lain, darisitu aku jadi punya temen2 baru dan yang paling aku inget, namanya Roida Simatupang.

Dari namanya aja, udah pasti ketebak kan dia orang Medan. Asli orangnya kocak, seru barengan sama dia :D

Back to topic! Peserta yang namanya disebut, bisa langsung masuk ruangan tes.

Setelah semua kumpul di ruangan, satu persatu peserta disuruh ke depan buat diukur tinggi badannya.

Yang namanya disebut, berarti gagal buat ikut tes berikutnya.

Di tes yang kedua, semua peserta dibagi beberapa kelompok. Perkelompoknya 5 orang.

Di dalam satu kelompok kita saling memperkenalkan diri. Nyebutin nama, alamat, umur, sama lulusan apa kalo gak salah.

Ada tuh, peserta lain yang asalnya juga dari Tasik. Tapi sayang, dia cowok. Gak berani nanya duluan :( (maklum dulu masih pemalu, yang penting gak malu2in wkwk) Skip skip.

Nah abis itu, kita disuruh ngikutin cara nyapa karyawan alfamart ke pembeli, jadi kalo ada yang dateng ke alfamart, tangan kaya yang lagi nyembah gitu (gak nunduk ya), sambil bilang gini

"Selamat pagi, Selamat datang di alfamart.."

Kalo pembeli udah bayar belanjaannya bilang gini lagi
"Terimakasih.. silahkan datang kembali"

Pas pertama diajarin, aku nyengir kepaksa, abisnya berasa gimanee gitu haha.


Seperti tes awal, yang namanya disebut gak bisa ikut tes selanjutnya. Dan alhamdulillah aku masih bisa ikut hehe.

Kebetulan, adzan duhur udah berkumandang jadi peserta dikasih waktu satu jam buat istirahat sekalian solat buat yang muslim. Jam 1an kita udah ada di ruangan lagi.

Tes berikutnya, kita disuruh promosiin barang (boongan).

Setelah itu, seorang HRD dateng dan nyebutin peraturan kerja di Alfamart kaya gimana.

Salah satu peraturan yang aku inget, kalo misalkan uang di kasir kurang ya harus kita ganti.

Oya ijazah kita juga bakalan ditahan kalo udah tanda tangan kontrak.

Abis selesai HRD nyebutin peraturan, kita dikasih soal psikotes.

Soalnya gak jauh beda sama soal psikotes waktu di karawang.

Begitu waktu abis, semua kertas jawaban peserta diambil.

Ada 2 karyawan Alfaria lainnya (dari bagian kantor) yang masuk. Mereka jelasin kalo hasil tes, maksudnya lolos gak lolosnya bakal dikasih tau via SMS, 2 minggu yang akan datang.

Setelah itu, kita dibolehin buat pulang. Aku gak langsung pulang, mesti nunggu Pak U ngelarin kerjaannya.

Jam 4 dia baru keluar, kita masuk mobil, terus aku ditanya "gimana tadi tesnya?" Ya aku ceritain. Dia bilang,

: "Kalo yang ngurus lolos nggaknya itu temen saya, saya gak bisa bantu. Kalo misalkan kamu udah tanda tangan kontrak, terus kamu pengen kerja di alfamart yang sekitar Tambun, nah baru saya bisa bantu"
: "Oh gitu ya pak. Eh iya tadi katanya pengumuman lolosnya dikasih tau lewat SMS, sekitar 2 mingguan. Berarti aku bisa kali ya pak pulang ke Tasik dulu?"
: "Bisa bisa, yang penting kalo kamu lolos mesti langsung kesini"
: "oke siap"

Di mobil aku ditanya2 soal aku waktu sekolah gimana, terus kenapa pengen kerja di Bekasi.. ya kek gitulah.

Pas nyampe, aku turun, masuk rumah, ngambil wudhu, solat ashar (hehe), terus langsung cerita ke paman, sekalian bilang juga aku mau pulang dulu.

Dan besoknya aku pulang deh ke Tasik. Tapi sayang.. udah 2 minggu, aku gak dapet SMS dari Alfaria.. berarti aku gak lolos. Tau kan rasaya gimana? :(

Cuma dari situ, aku pantang nyerah. Pokonya aku pasti bisa dapet kerja! Bersambung..

7 Feb 2017

Nyasar Sendiri : Cerita Karawang Part II


Dari judul aja, mungkin udah kebayang kali ya gimana perasaan aku waktu itu. Panik, takut, sedih, ah gak jauh2 deh dari 3 rasa itu.

Oke to the point aja, lanjutin postingan yang cerita di karawang. Karena Aku tertarik banget kerja disana karna gajinya yang menurutku tinggi dan liat "i" (temen, cewe) yang katanya betah kerja disana.

Setelah "i" mempersilahkan buat aku tinggal di kosannya, aku minta ijin ke orang tua buat cari kerja lagi di karawang, tapi daerah karawang yang di postingan ini beda sama daerah karawang di postingan sebelumnya.

Agak berat hati akhirnya mereka kasih ijin.

Go To Karawang

Aku berangkat ke karawang hari minggu, pagi-pagi dan nyampe sekitar jam 2an.

Sorenya dia cerita gak bisa nemenin aku nyari kerja, hari senin besok dia jadwal shift pagi di PT nya juga lagi gak ada lowongan.

Tau gitu, aku datengnya mending pas ada lowongan aja, tapi mau gimana lagi :(

Akhirnya dia gambarin di kertas, jalan ke SMKN2 Karawang buat jadi daftar member bkk disitu, biar ntar bisa dapet info lowongan kerja katanya.

Hari senin. Hari dimana aku mulai pergi2 sendiri di kota orang. Aku naik angkot pas perempatan deket hotel.

Hotel itu aku jadiin patokan buat ntar aku turun dari angkot. Aku ikutin jalan sesuai petunjuk "i".

Nyampe di tempat tujuan, aku langsung ke ruang BKK dan nulis data diri jadi member disana. Kalo gak salah daftar member disitu Rp 25.000.

Nyasar

Setelah daftar member, aku langsung pulang. Pas di angkot aku ngerasa lama banget buat nyampe nya.

Mulai deh dari situ panik, kayanya aku kelebihan jalan. Aku bilang ke abang angkotnya turun di deket hotel.

: "Di sekitar sini, hotelnya ada 2. Yang neng maksud hotel mana?"
: "Mmm aku baca namanya cuma sekilas bang, jadi lupa"
: "2 hotel yang sekitar sini udah lewat tapi gak terlalu jauh kok dari sini"
: "Hah?" Sumpah tambah panik.
: "Neng ini tujuannya mau kemana?"
: " Ke bypass deket fly over"
: "Daerah situ kan luas neng, nama kampungnya apa?"
: "Aku gatau bang, aku kesini tinggal dikosannya temen. Dia juga gak nyebutin nama kampungnya apa"

Aku emang salah, harusnya aku inget2 gang dan nama hotel yang aku jadiin patokan buat turun dari angkot.

Ibu2 yang ada dalem angkot itu, jadi keliatan panik liat aku panik haha.

Dia juga nyuruh aku buat inget2 lagi dimana tadi aku naik angkot. Ah suer deh aku gak bisa inget2 karna panik duluan.

Akhirnya aku minta berenti sama si abang angkotnya. Pas aku turun, aku jalan ke arah barat.

Kesana kesanya, jalanan keliatan sepi terus ada sekumpulan bapak2 kaya lagi maen kartu.

Hati aku tambah gak enak, saking panik dan takutnya nyasar sendiri ya aku nangis.

Aku coba buat nenangin hati " Allohu ma'anaa.. Allohu ma'anaa (Alloh bersamaku Alloh bersamaku :').

Darisitu aku kepikiran buat balik lagi. Karna aku cape jalan, ada angkot lagi aku naik aja.

Di perjalanan, aku lewatin jalan yang mau menuju ke SMKN2 Karawang, aku berenti disitu.

Setelah itu, aku diem berdiri sambil nginget2 jalan pulang. Yaudah aku naik angkot lagi. Tapi ternyata aku masih gak inget dimana aku mesti turun.

Aku malah lewatin jalan yang gak aku lewatin sebelumnya. Aku jadi panik. Aku langsung nanya

: "bang ini mau ke bypass yang deket fly over kan?"
: "iya ini bentar lagi kesitu"
: "tapi perasaan tadi aku gak lewatin jalan yang ini"
: "saya ambilnya jalan sini neng. santai aja nanti juga nyampe"

 beberapa menit kemudian.

: "neng ini batas bypass"
: (diam sejenak sambil panik) "yaudah aku mau ke ramayana aja bang" (tempat pertama kalinya aku nyampe di karawang dan janjian sama temenku "i")
: "hati2 loh disana banyak copet"

Aduh ini abang angkot malah bikin tambah panik.

Setelah aku nyampe disana, aku duduk karna ada kursi kosong di depan.

Tiba-tiba di pojok kiri ada orang yang terus merhatiin gerak gerik aku sambil maenin hp. Otomatis aku langsung inget sama ucapan si abang angkot tadi. Takutnya dia copet.

Aku sengaja menghadap agak ke kiri. Kalo dia mendekat, kan aku bisa langsung lari.

Abis itu, aku kepikiran lagi, gimana kalo misalkan aku ngadep kiri, dia kontek temennya dateng dari arah kanan trus ngambil tas aku? Aaaah bikin tambah panik! Perasaan makin gak karuan.

Tiba-tiba orang itu makin keliatan sibuk sama hpnya. Bukan maksud aku nethink, aku cuma berusaha buat hati2 dan jaga diri, gak ada salahnya kan?

Ditolongin Malaikat

Pas lagi panik2nya, aku liat di depan ada angkot yang aku tumpangin waktu pergi ke kosan "i".

Karena feeling makin gak enak, aku terpaksa naik itu angkot meskipun supirnya keliatan udah kakek2 (takutnya, kurang meyakinkan kalo aku tanya).

Penumpangnya cuma 2 orang sama aku. Aku bilang gini ke supir angkotnya, bisa dibilang curcol lah ye haha

: " Pak, aku abis nyasar bolak balik naik angkot terus. Bingung mesti turun dimana, aku lupa gang dimana aku naik angkot"
: " Pertama naik angkotnya dimana neng?"
: " Di bypass deket fly over, aku tadi lewatin hotel cuma kata tukang angkot sebelumnya disini ada dua hotel, tapi aku gak inget nama hotelnya apa"
: " Nama kampungnya tau?"
: " Nggak"
: " Bypass deket fly over...ada banyak gang si (diem sambil mikir) ada toko Eva Sari ya disitu?"

Jreng jreng.. berasa ada lampu menyala di otak hahaha

(aku pernah lewatin toko itu sama "i", pas pertama baca nama tokonya aku jadi inget sama toko yang biasa aku datengin deket pesantren dulu, namanya toko Eva. Jadi aku bener2 ngeuh pas toko Eva Sari disebut)

: " iya bang iya itu"
: " nih bentar lagi nyampe"

Alhamdulillaaaaah ya Alloh hati aku udah mulai tenang lagi.

Setelah nyampe di depan toko Eva Sari, aku bayar angkotnya dan ucapain makasih banyak ke si kakek.

Semoga kakek itu dikasih rezeki yang berlimpah karna udah nolongin aku :')

Begitu nyampe, buka gerbang kosan, buka kunci pintu, aku langsung rebahan, aku nangis, aku masih ngerasa takut waktu itu.

Karena kecapean, aku sampe ketiduran. Malemnya, aku ceritain kejadian tadi siang sama "i".

Ikut Psikotes

Dua hari berikutnya "i" dapet info dari kakaknya katanya ada tes di 2 PT kawasan Surya Cipta tapi tesnya di SMK PGRI2 Karawang tapi katanya mesti daftar dulu jadi member disitu. Aku tertarik dan rasanya harus ikut.

Besoknya aku berangkat jam 7 sampe gak sempet beli buat sarapan karna takut kesiangan. Dari jalan raya cukup jauh ke sekolahan.

Ada tukang bubur, pengen makan bubur takut telat. Aaaah kepaksa deh lanjutin jalan.

Pas nyampe, ternyata baru ada cewek 1 orang, cowok 2 orang.

Aku samperin cewek yang lagi duduk deket kantor satpam. Kita kenalan (lupa namanya) terus ngobrol2 gitu.

Trus ada satu orang lagi cewek yang nyamperin. Kita kenalan, nama dia Nisa.

Teh Nisa orangnya baik, tinggi badannya sama kaya aku 150 cm tapi dia udah nikah.

Setelah satpam sekolah perbolehin masuk, kita masuk dan langsung daftar jadi member BKK disitu.

Setelah itu, kita duduk depan ruangan pendaftaran BKK sambil ngobrol, terus dia ngeluarin roti dari tasnya.

: "kamu udah sarapan belum mi?"
: "belum, tadi gak sempet takut kesiangan hehe"
: (roti dia belah bagi dua) "nih makan, sebelum kita ikut tes, mesti makan dulu biar konsentrasi gak keganggu karna kelaperan"
: (aku nyengir terus aku ambil rotinya) "makasih banyak ya teh, ami juga laper si.. gak biasa pagi2 perut kosong"
: "iya sama-sama, udah makan. nih minumnya

Alhamdulillaah aku nemu malaikat lagi (orang baik).

Kalo gak salah jam 8.30 kita mulai ikut tes.Setelah selesai, kata bapak2 yang mimpin tes gini

" Buat kalian yang lolos tes, nanti kita kasih tau via SMS. Usahakan no kalian selalu aktif"

Jam sepuluh lebihan semua yang udah ikut tes bisa langsung pulang.

Untungnya, jalan aku pulang searah sama teh Nisa. Meskipun aku waktu itu udah yakin inget jalan pulang, aku masih takut. Tapi alhamdulillah akhirnya aku bisa pulang tanpa nyasar dulu hehe.

Seperti biasa, malemnya aku ceritain sama "i" gimana tes aku tadi. Setelah itu dia bilang gini

" Mi, aku mau pindah kosan biar deket sama PT, kalo kamu mau ikut gapapa ya kita patungan bayar kosannya? "

Aku baru ikut tes, belum tentu keterima, kalo aku gak keterima dan ikut pindah kosan aku bayar pake apa.

" aku bilang paman dulu" (kata mamah, kalo ada apa2 bilangnya ke paman aja soalnya aku udah dititipin sama dia. jarak pama sama ami lebih deket, karawang-bekasi)

Aku langsung kontek paman ceritain hal itu sambil mikir gimana baiknya buat aku.

Setelah itu, aku putusin aja buat ikut paman tinggal di bekasi. Kalo ada panggilan baru aku balik ke karawang.

Gapapa deh bolak balik bekasi-karawang. Aku bilang ke "i" aku mau ikut paman aja terus bilang makasih karna udah ngebolehin aku tinggal di kosannya tanpa dipungut biaya hehe.

Dan besoknya aku dijemput sama paman dan tinggal di bekasi. Beberapa hari aku di bekasi, aku dapet sms dari BKK PGRI2 Karawang

" Selamat Anda lolos dengan peringkat......" (kesananya lupa lagi)

Alhamdulillaaah lolos. Aku waktu itu seneng, tapi anehnya kaya kurang yakin sama sms itu.

Aku bales gini

" maaf kak, kalo boleh tau interview nya kapan? soalnya aku lagi di luar kota"

Tapi sayang, aku nanya gak dibales juga :(.

Aku langsung bilang ke paman, aku mesti gimana. Waktu itu paman lagi sama temennya ngobrol depan rumah dan temennya ikut ngedengerin.

Gini kata temennya,

" kalo itu dari BKK, trus kamu sms kayanya gak bakal dibales neng. Mending cari kerja yang lain aja. Kerja apa dulu aja lah yang penting halal biar ada pengalaman juga daripada pilih2 gak dapet2."

Pamanku kaya lagi mikir pas temennya bilang gitu sama aku. Terus dia langsung nanya gini

: "Mau kerja di PT Alfaria gak? Alfamart.."
: "mau mau"
: "kepala bagiannya paman kenal, malahan masih sodara dari bibi (istrinya). Kali aja dipermudah gitu masuk kesananya"
: "iya aku mau"

Intinya, yang panggilan interview dari Karawang gak terlalu aku harepin.

Aku fokus buat ikut tes di PT Alfaria, tesnya di Cikarang. Ceritanya aku lanjut di postingan berikutnya ya hehe. Yang penasaran selamat menunggu :D

22 Jan 2017

Cerita Di Karawang

Di postingan sebelumnya, aku bakalan sharing pengalaman cari kerja dan kerja di beberapa tempat. Untuk pengalaman kerja di karawang, aku ceritain sekilas aja ya, soalnya aku kerja disana cuma sebulan dan gak terlalu banyak hal hal menariknya.

Yakinin Orang Tua

Aku punya teman SMP, panggil aja si R. Si R punya kerjaan di karawang, kerjanya nyantai.

Dia kerja di toko kosmetik sambil nunggu warung makanan juga (toko sama warung sebelahan) jadi dapet gajinya double.

Disana kita disediain rumah buat tinggal. (pemiliknya tinggal di rumah baru yang lebih gede).

Dari situ, aku ngerasa tertarik tapi aku takut gak dikasih ijin, toh sebelumnya mau maen jauh aja ga dibolehin sama orang tua. Tapi aku keukeuh banget pengen nyoba kerja di luar kota kaya gimana.

Ya udah aku berusaha buat yakinin orang tua, aku sanggup kerja di luar kota. Aku jelasin sejujur-jujurnya. Akhirnya orang tua ngasih ijin yeeee!

Kerja Di Karawang

Beberapa hari setelah aku dikasih ijin kerja ikut si R, dia kebetulan mau pulang dulu ke Tasik. Jadi pas mau berangkat ke karawang, kita janjian di terminal bis dan bisa berangkat bareng.

Aku disana kerja nunggu toko kosmetik sama nunggu warung juga. Kebayang kan kerjanya gimana? Ngelayanin orang yang dateng buat beli kosmetik/makanan.

Gak cape cuma cuaca panasnya yang bikin gerah dan bikin aku kurang nyaman. Cuaca disana panas banget. Mandi subuh gak berasa seger.
Kayanya, gimana aku kerja di Karawang udah kebayang kan sama kalian? Jagain toko
bukan jaga hati orang.

Oya waktu itu aku pasang akun bee talk (yang nyari jodoh di hp pasti tau haha). Awalnya sih aku penasaran sama aplikasi ini. Eh jadi keasikan, soalnya jadi dapet temen chatting sama temen curhat.

Kan lumayan tuh penghilang bete hehe. Kalo ada cwo yang ngajak pertemanan, jujur aku suka pilih2 soalnya dulu pernah aku asal acc aja, tiba2 dia ngirimin gambar gak senonoh parahparah.

Cerita Si Cowok Karawang

Dikarawang, yang ngajakin pertemanan banyak banget. Pernah tuh keberadaan aku di lacak sama salah satu temen bee talk (dia).

Kebetulan, aku lagi main badminton sama si R (toko udah tutup). Tiap aku istirahat karna cape, aku chattingan juga sama dia.

Pas lagi maen, hp bunyi terus (bunyi khas bee talk). Pas aku baca "kamu yang pake baju bola ya?" ya aku kaget lah, langsung dari situ aku tengok ke arah depan toko.

Buset ada cowok lagi liatin sambil senyum2. Si R keliatan bingung pas aku tengok. Beberapa detik kemudian, dia langsung bilang "ooooooh" panjang banget.

Maklum ye, waktu itu aku masih kekanak-kanakan banget masih suka salting sama cowok haha.

Waktu itu aku langsung lari, masuk ke rumah bos, pintu aku kunci. Ih kalo aku pikir2 gitu amat ya sikap dulu X_X

Gak lama dari situ, adzan magrib berkumandang. Aku intip dari balik gorden, dia udah pergi. Alhamdulillaah haha.

Tapi, karena aku ngerasa gak enak ya aku chat dia, minta maaf soal sikap aku yang langsung kabur. Abis itu, aku langsung mandi, wudhu, solat.

Abis solat, aku cek hp, ada balesan dari dia.

dia : "Iya gapapa kok, tapi kenapa harus lari?"
aku : "gapapa hehe, maaf ya"
dia : "ya udah aku maafin, eh ini kan malam minggu, jalan yuk"
aku : "nggak ah, aku kan bukan asli orang sini. Ntar kalo kalo aku diculik sama kamu gimana? Apa kamu mau ditangkap polisi?
dia : "hahahahahahah (gatau segimana panjangnya dia ketawa, yang aku inget panjang banget)

Gak aku bales. Beberapa menit kemudian, dia ngechat lagi
dia : "gimana kalo misalkan aku ngajak temen juga biar kamu ada temennya. Jadi ntar temen aku sama temen kamu. Kaya double date gituu"

iiiiiiiih ngedate, emangnya orang pacaran (ngomong dalam hati).

Dia chat lagi.
dia : "ayo dong.. mau ya? Pliiiis aku pengen jalan sama kamu"
aku : "nggak ah, aku takut kamu orang jahat"
dia : "nggak ami, aku bukan orang jahat. Aku janji gak bakal macem-macem"

Si R tiba-tiba dateng
(pake bahasa sunda)
R : "Weyyyyyy tadi ngahaja ketemuan nya?"
ami : "ih henteuuuu"
R :  "tawa apaleun tina bee talk?"
ami : "enyaaa, ayeuna jadi ngajak jalan2"
R : "Kasep ieuh mi, daek we. Da babaturan ulin abi ge ek kadieu. Hayu mi, bisi ek ulin bareng"
ami : "mbung ah"
R : "nya enggeus atuh"

Udah jam 19.00, temen nya (cowok) si R dateng. Mereka ngobrol2 di depan toko. Aku asik maen hp di kamar. Tiba tiba si R nyamperin.

"Mi..mi.. lalaki nu tadi datang siah"
"Ih bohong"
"Enyaan"
"Toong mun teu percaya mah"

Pas aku intip dari gorden, ih beneran. Pas aku mau balik ke kamar, si R narik tangan aku, nyuruh aku nyamperin. Maksa banget tau. Kepaksa deh aku keluar.

Kita berempat ngobrol2, terus temennya si R ngajak ngewedang. Aku gak mau. Si R sama dia ngebujuk gitu biar aku mau.

Yaaa akhirnya aku terpaksa ikut mereka. Disana kita minum jahe anget sama cemilan, ngobrol2 dan setelah itu kita pulang. Bener si kata ia, dia gak macem-macem hehe.Yaaa alhamdulillah jadi punya temen baru :D

Pulang Ke Tasik

Nah sebulan setelah itu, aku pengen banget pulang liatin gaji yang aku dapetin dari hasil kerja aku. Maklum laaah gajian pertama kali.

Karena pengen banget beliin sesuatu yang dulu mamah pengen. Abis itu, aku ijin pulang dulu.

Suer ya sebenernya aku gak berani harus sendiri pulang dari karawang ke tasik. Tapi masa harus nunggu pulang bareng R.

Di pesantren aja aku di cap "tukang balik" sama pak kyai gara2 sering pulang wkwk. Di cap kya gitu, bukan berarti aku nakal ya, pengen pulang aja, pengen maen sama temen2 yang deket rumah hehe.

Aku waktu dipesantren, tiap tanggal merah sekolah libur, pasti aku paling dulu ijin buat pulang. Sementara dateng ke pesantren paling telat hehe.

Maklum daerah pesantren sama tepat tinggalku jaraknya cukup deket, beda sama santri lainya yang tempat tinggalnya jauh dari pesantren. Aih kok jadi ngomongin itu, balik lagi ke topik.

Besoknya, pas aku udah nyampe tasik, aku ngajak mamah pergi. "Mah.. ayo kita beli apa yang dulu mamah pengen" Akhirnya kita bisa juga beli barang itu :')

Setelah beberapa hari, uang aku tinggal dikit lagi. Yaudah aku berniat buat balik lagi ke karawang. pas aku kontek si R, bos aku gak bakal buka toko kosmetik lagi, bakal diganti sama bakmi.

Kalo aku kerja jadi pelayan bakmi, aku kurang tertarik. Jadi aku gak berniat buat pergi lagi ke karawang dan untungnya bos aku di karawang baik, ya intinya gak papa aku keluar. Tapi...aku jadi nganggur lagi deh :(
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Selang beberapa minggu.. aku dapet informasi kalo temenku ada yang kerja di karawang juga. Yaudah aku langsung kontek dia.

Dia kerja di PT. Kerja shift. Gajinya UMR, lemburnya sering. Jadi satu bulan dia bisa dapetin ... (kayanya gak usah disebut deh).

Dia bilang dia betah disana. Aku si tertarik banget sama nominalnya hehe.

Setelah itu, aku jadi pengen banget kerja di PT. Mmm.. kelanjutan ceritanya di postingan berikutnya ya (cerita aku nyasar sendiri di kota orang). Menurutku ini kepanjangan, takut bikin males baca.

22 Des 2016

Hai Teman, Apa Kabar?

Tanpa sengaja kita dipertemukan. Selera humor membuat kita nyaman untuk saling bertukar cerita. Suka duka dilewati bersama, bahkan perdebatan menjadi hal biasa.

Hai teman, apa kabar? Ini aku, orang yang dulu selalu ingin bersamamu, orang yang selalu ingin menyenangkan hatimu meski terkadang ulahku pernah mengecewakanmu. Hehehe aku minta maaf ya.

hey teman apa kabar
image of fimela

Bolehkan jika saat ini aku mengenang masa-masa saat kita bersama dulu? Yaaa meskipun hanya sekedar menertawakan tingkah konyol di masa lalu? :'D

Saat kita bersama, aku sangat nyaman menjadi diri sendiri tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain. Untuk berbicarapun, tak perlu di rencana. Semua mengalir begitu saja.

Banyak persamaan yang kita miliki dalam diri masing-masing. Manusia akan saling mendekat jika dalam diri mereka terdapat banyak kecocokan, banyak kesamaan bahkan bisa jadi mencintai orang yang sama hahahah.

Aku ingat saat kamu mendapat masalah hingga tak sadar meneteskan air mata. Aku seperti merasakan kesedihan yang sama.

Aku berusaha menguatkan, berusaha menjadi tempat bersandar yang nyaman. Dan berusaha membantumu semampu yang ku bisa.

Oh ya apa kamu ingat, hanya karena masalah sepele saat pelajaran sekolah, kita sampai tidak mau satu bangku? Menjadi benci, bahkan kita saling mengorek-ngorek kekurangan.

Tapi tak sampai berminggu-minggu, beberapa hari hubungan kita sudah mulai baik lagi. Hahaha.

Dengan konflik, kita jadi paham indahnya kebersamaan bahkan mulai mengerti arti dari kerinduan dan membuat hubungan pertemanan menjadi lebih baik lagi.

Sayangnya waktu terus berjalan bahkan terasa lebih cepat. Kita dihadapkan dengan perpisahan. Jika ada pertemuan, pasti ada perpisahan.

Sebentar lagi tugasku sebagai seorang teman akan selesai meski hanya sebagai pendengar setia.

Setelah masa SMA selesai, kita dihadapkan dengan rencana masa depan yang semakin terasa jelas.

Darisitu, kita terpisah jarak dan waktu demi mengejar impian masing-masing dengan menempuh jalan yang berbeda.

Jarang bertemu tidak berarti saling melupakan. Kenangan-kenangan itu akan tetap tinggal dalam memori ingatan bahkan berbekas dalam sanubari.

Biarlah itu menjadi sejarah untuk kita kenang suatu saat agar kelak bisa kita ceritakan pada anak cucu nanti.

Itulah mengapa hadirnya teman selalu mengajarkanku banyak pelajaran bahkan arti dari pertemanan sesungguhnya, meski dalam waktu yang singkat.

9 Des 2016

Lihat Kekurangan Sendiri Sebelum Menilai Kekurangan Yang lain

Aku manusia. Aku tidak sempurna. Aku punya kelebihan dan aku punya banyak kekurangan.

Semua orang sama. Masing-masing memiliki kelebihan juga kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna.

Ada yang cacat fisik, namun memiliki otak yang begitu jenius. Ada yang indah rupa, tapi tidak pada akhlak.

Kekurangan akan selalu ada pada diri setiap orang. Namun, apa pantas setiap kekurangan dijadikan bahan hinaan? Bahan gosip dan bahan tertawaan?

Bukannya setiap manusia memang diciptakan dengan kelebihan juga kekurangannya masing masing? Sama sama memiliki kekurangan, mengapa harus menghina yang lain?



Sering bercerminkah dengan kekurangan sendiri? Atau kamu merasa diri sudah sempurna?

Sesempurna apa kamu hingga dengan bangganya menghina kekurangan orang lain?

Yakinkah kamu sempurna? Apa dengan akhlakmu yang senang menghina pantas dinilai sebagai manusia sempurna?

Ingat! Orang yang kamu hina, belum tentu buruk dipandangan orang lain.

Bagaimana jika orang yang kamu hina ternyata memiliki kualitas diri yang lebih baik dibanding kamu? Hanya Allohlah satu satunya penilai yang paling benar.

Sudahlah.. Tak ada gunanya kamu menilai kekurangan orang. Yang ada penilaian orang lain menjadi buruk terhadap sikapmu yang senang menghina.

Bahkan Alloh sendiri mungkin kecewa dengan sikap hambaNya yang menghina kekurangan hambaNya yang lain.

Tidak pantas pula kekurangan orang lain dijadikan tertawaan yang hanya akan mengundang rasa sakit hati bahkan dendamnya orang lain. Karena semua orang bisa dengan cara baik menangapi hinaanmu.

Bisa saja suatu saat orang yang kamu hina, membalas hinaanmu dengan lebih kejam.

Jika orang yang kamu hina hanya memilih diam dan mengharap Alloh membalasnya, bagaimana?

Balasan Alloh itu tidak hanya di akhirat, tapi juga ditampakkan di dunia.

Mulai dari sekarang, koreksi saja diri sendiri.

Jangan lagi kamu menghina yang lain apalagi berani membuka aibnya! Jangan membuat orang lain sakit hati karena hinaanmu.

Inginkah dibenci orang lain? Tidak ada orang yang hidupnya dibenci orang lain.

Andai saja Alloh buka aibmu dihadapan orang lain, sanggupkah untuk menanggung malu dan sesal?

Tutupi aib orang lain, maka Alloh juga akan tutupi aib dirimu. Dan ingat satu hal, setiap manusia pasti punya kekurangan. No body's perfect.

4 Des 2016

Hiduplah Sesukamu

Berpakaian syar'i dibilang so alim, bersikap lugu di bilang jaim, pakai barang kw dibilang miskin. Ini itu dikomentarin. Yaa inilah hidup.

Hidup itu tidak lepas dari komentar dan penilaian orang. Komentar baik buruknya tergantung dari sudut pandang masing-masing. Sebanyak apapun kita melakukan hal baik, akan tetap terlihat buruk di mata pembenci. 

Jika seseorang sering mendapat komentar dari setiap apa yang diperbuat, mungkin seperti ini yang selalu muncul dalam benak nya "aduh sikapku salah gak yah? bagaimana nanti kata mereka?!"

Pleaseeee... Pertanyaan-pertanyaan itu justru akan membuat langkah kita menjadi tertahan karena kita merasa tertekan. Meski tidak mudah mengabaikan komentar orang, abaikan saja apalagi jika itu hanya sebuah nyinyiran.

Hidup kita bukan hanya untuk menyenangkan hati semua orang. Ingat saja satu hal, setiap manusia punya mulut, bisa berbicara dan kebiasaan berkomentar tak lepas dari mulutnya masing-masing. Termasuk judging.

Untuk aku pribadi, tak ada untungnya jika hidup dihabiskan hanya untuk mengomentari hidup orang. Untu apa protes apalagi ikut campur dengan urusan orang? Biarkan saja. Jika melebihi batas, mungkin sesekali mengingatkan dengan cara yang santun sebagai wujud dari rasa peduli.

Jika kita terlalu sibuk mengomentari apalagi menilai apa yang orang lain lakukan, yang ada kita lupa bahwa diri sendiripun perlu perbaikan.

Jangan memperumit hidup hanya karena omongan orang lain. Itu hanya akan menghentikan mimpimu. Lebih baik fokus saja untuk meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik. 

Foto : Pixabay

HIDUPLAH SESUKAMU! KARENA SETIAP ORANG PUNYA HAKNYA MASING-MASING TANPA HARUS MENGUSIK YANG LAIN.

Hanya saja ada yang perlu di ingat. Setiap perbuatan pasti ada batasan dan pertanggung jawaban. Semua hal memiliki resikonya. Jangan sampai menimbulkan pengaruh negatif untuk diri sendiri apalagi merugikan orang lain.