22 Sep 2017

Balasan Terbaik Untuk Kesalahan

“Sudah sering hatiku dibuat sakit karena kesalahan yang sama hingga aku tak ingin lagi memaafkan dan tak akan beri lagi siapapun kesempatan. "

Wanita mudah memaafkan tapi sulit untuk melupakan. Ya.. memaafkan memang mudah, yang sulit itu mempercayai kembali. Karena memaafkan itu perkara hati dan melupakan perkara otak.

Kesalahan itu akan terus terekam dalam memori otak yang bisa mengundang keraguan.

Keraguan datang dari setan yang terus merayu untuk tidak jadi memaafkan. Setelah itu dia akan merayu lagi untuk memelihara dendam kemudian membisik lagi untuk melakukan pembalasan.

Terkadang memaafkan bukanlah suatu proses yang instan, karena memaafkan itu proses penerimaan.

Penerimaan atas pemakluman bahwa manusia tiada yang luput dari kesalahan sehingga kita dituntut untuk belajar memaafkan, karena dendam yang dipelihara hanya menyiksa batin.

Kini aku sadar.. memaafkan itu pembalasan terbaik untuk kesalahan. Aku..berusaha menguatkan niat untuk memaafkan. Soal melupakan kesalahan, biar dibantu oleh waktu.


balasan terbaik untuk kesalahan
Dengan berlalunya waktu, ingatan tentang kesalahanmu mulai pudar, karenanya waktu mendukungku untuk lebih ikhlas memaafkanmu.

Lebih baik aku fokus terhadap perubahan dan perbaikan yang kini kamu usahakan.

Jadi tolong.. jauhi hal-hal yang bisa membuatmu mengulang kesalahan yang dulu.

Yakinkan aku kembali.. bahwa kamu hanya memiliki satu hari untuk berbuat salah padaku namun sisa hari lainnya kamu gunakan untuk membahagiakanku.

Dan kini.. aku benar-benar sudah memaafkanmu.

Dikutip dari salah satu film Malaysia : 

Mungkin selagi kita tidak memaafkan orang, selagi itu kita tidak akan mendapatkan ketenangan. Insyaalloh selepas kamu maafkan orang itu, Alloh akan memberi kamu petunjuk. Alloh akan buka pintu hati kamu, buka mata kamu.

22 Jun 2017

Jodohku, Who Are You?

Berbicara soal jodoh, kayaknya gak bakal ada yang gak penasaran. This is about future! Masa depan yang bakalan kita temuin. Masa depan yang sama sekali gak bisa kita tebak apalagi ditrawang. Beda sama duit ya, orangnya bisa ditrawang jodoh mah kaga :( Ini emang cuma rahasia-Nya.

jodohku, who are you

Sebenernya.. istilah jodoh emang mencakup berbagai hal sii.. kaya pekerjaan misalnya.. Tapi disini, ami bakal bahas soal pasangan hehe..

Istilah "jodoh itu cerminan diri" sesuai sama Q.S An-Nur ayat 26 yang terjemahannya :
"Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik".
Pasti pada paham lah ya. Cuma sayangnya kita sering keliru dalam menilai baik seseorang dari sikapnya, karna baik dipandangan manusia, belum tentu baik di pandangan-Nya. 

Kata guru ngaji ami sih, sikap itu gambaran dari hati. Kalo hatinya baik, sikapnya juga baik. Jadi gimana dong? Yaaa wallohu a'lam lah

Oya BTW masih percaya sama mitos gak? "jodoh itu biasanya mukanya mirip" hemm emang si.. banyak tuh yang berjodoh, muka nya ada kemiripan.

Sampe duluuu jaman ami SMA suka ami perhatiin wajahnya mantan ami yang kata temen-temen MIRIP! Hahaha *padahal mirip dikit sih

Kalo emang jodoh, gabakalan putus di tengah jalan. Yaa meskipun ami udah agak yakin kalo dia jodoh ami wkwk. *Apaan si jadi bahas masa lalu!

Pokonya ungkapan mirip = jodoh itu MITOS! Yang mirip, ya itu kebetulan aja. Tapi katanya Jodoh itu gak ada yang kebetulan?? Ahelaaah pusing pala ami ,-"

GIMANA CARANYA NYARI JODOH? Dijodohin, temenan dulu, ta'arufan dan pacaran.

Kita bisa minta tolong ke keluarga, sodara atau temen buat jadi mak comblang hehe.

Dari hati kecil nih, ami pengen ngikutin aturan, TA'ARUF - KHITBAH - NIKAH. Gak pengen ngalamin masa pacaran.

Tapi ya mau gimana, udah terlanjur punya mantan yaa intinya ami sendiri juga udah pernah pacaran hehe ..

Ami udah pernah ngerasain jatuh cinta, seneng karena diperhatiin, seneng dikasih sureprice berupa barang, dan seneng karena ngerasa punya pacar. Daaaan oke, itu SALAH BESAR!

Udah dibilangin di islam ga ada yang namanya pacaran. Akhirnya.. ami juga pernah ngerasain dibohongin, dikhianatin, diselingkuhin..yang jelas dibuat kecewa sama cowok yang bukan jodoh ami.

Yaaa ami juga pastinya punya salah yang bikin mantan ami kecewa. Tapi bukan selingkuh ya.. AMI GAK PERNAH SELINGKUH! #infogapenting-_-

Baca juga : Hukum Penyebar Berita Palsu

SEKARANG.. soal jodoh, ami pasrah deh. Mending sekarang fokus kerja. Kalo ada yang punya niat serius, cukup ta'arufan aja dulu, jangan ada pacar-pacaran lagi.

Sekarang ami nyerahin soal ini ke orang tua. Inget sama "Ridhollohi fi rodholwalidain ridhoNya Alloh ada dalam Ridho kedua orang tua"

Jadi... ah kalian pasti ngerti. Karna ami pikir, orang tua juga pasti pengen anaknya bahagia, bahagia kita ya bahagianya mereka.

Mereka juga gak mungkin kan, asal pilih pasangan buat kita?

Orang tua ami sendiripun dijodohin kok sama guru ngaji, bapak Kyai Pesantren deket rumah.

Dan ami rasa mereka emang jodoh. Menurut ami dan berdasarkan yang ami lihat, orang-orang sholeh kaya Kyai sukses mulu kalo jodohin orang.

Kalo ada yang ngerasa kurang setuju sama pendapat ami, ya boleh lah. Itu karna mungkin kebetulan aja orang-orang yang dijodohin dulu sama beliau rata-rata jadi keluarga idaman.

Segini aja sih sharing aku soal jodoh, yang kebanyakan banyak curhatnya. Setuju gak setuju, gak papaaaa itu hak kalian. Selamat jumpa lagi di postingan berikutnyaaaa :D
"Dan diantara kekuasan-NYA ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya,dan dijadikan-NYA diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" (QS.Ar-Ruum:21)

19 Mei 2017

Pernahkah Mempermalukan Orang Lain?

Assalamu'alaikuum.. Hai semuaaaa apa kabar? Baik-kah? Apa lagi kurang baik karena galau? Ehehe

Langsung aja ya, bismillaah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

َاْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُوْنَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ َاْلإِيْمَانُ.

“Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan Laa ilaaha illallooh, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang Iman.

إِنَّ لِكُلِّ دِيْنٍ خُلُقًا وَخَلُقُ اْلإِسْلاَمِ الْـحَيَاءُ.

“Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu".

Imam al-Qurthubi rahimahullâh berkata, “Malu yang dibenarkan adalah malu yang dijadikan Allah Azza wa Jalla sebagai bagian dari keimanan dan perintah-Nya, bukan yang berasal dari gharîzah (tabiat). Akan tetapi, tabiat akan membantu terciptanya sifat malu yang usahakan (muktasab), sehingga menjadi tabiat itu sendiri. Nabi n memiliki dua jenis malu ini, akan tetapi sifat tabiat beliau lebih malu daripada gadis yang dipingit, sedang yang muktasab (yang diperoleh) berada pada puncak tertinggi.

Laluuu bagaimana dengan mempermalukan orang lain?


pernahkah mempermalukan orang lain

Mempermalukan orang lain alias bikin orang lain malu, udah jelas itu gak baik.

Mempermalukan orang lain, sama aja bikin martabatnya jatuh, membuat orang lain tidak suka dengan perlakuan kita dan membuat kita sendiri buruk di mata orang lain karena sikap buruk kita.

Membuat orang lain malu entah itu lewat sindiran, hinaan, atau apapun yang bikin orang lain malu hingga tersinggung bisa menimbulkan rusaknya tali persaudaraan. Bukankah begitu?

Dengan membuat orang lain tersinggung saja, bisa membuat sakit hati, apalagi dengan "mempermalukan" yang bisa berujung pada dendam dan permusuhan.

Baca juga : Lihat Kekurangan Sendiri Sebelum Melihat Kekurangan Yang Lain

Bicara soal menghina orang lain, rasanya itu terlalu jahat apalagi menghina soal fisik.

Menghina fisik orang yang menurut kita tidak sempurna, sama aja menghina penciptaNya. Ye kan?

Kalo emang niatnya sekedar bercanda, apa harus ya tertawa lucu karena kekurangan orang lain dan bikin orang lain merasa malu karena sudah dipermalukan lewat candaan kita?

Kecuali kalo emang isi bercanda kita bisa diterima dan tidak menyinggung perasaannya. Tapi kan sensitifitas hati tiap orang kan beda-beda

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْراً مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْراً مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim “ (QS. Al Hujuraat :11)

Sebagaimana sabda Nabi saw :

أَللَّئِيْمُ يَفْضَحُ وَالكَرِيْمُ يَصْلُحُ

Orang yang mempermalukan orang lain adalah orang yang hanya bisa mencela atau menyalahkan, sedangkan orang yang bermartabat dan terhormat adalah orang yang mau memperbaiki kesalahan orang lain ( HR. Bukhori Muslim )

Wasiat yang diberikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Jabir bin Sulaim,

 وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ

“Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

Baca juga : Tidak Membalas Karena Tahu Ada Yang Maha Membalas

Jadi ada baiknya kalo kita bicara, pikirin dulu itu ucapan bikin orang lain malu (dalam artian tersinggung) apa nggak..

kalo emang gak ada niat mempermalukan berarti tinggal si positive thinking yang mesti dipegang.

Ah kalian yang baca pasti lebih paham, aku disini cuma sekedar mengingatkan. Semoga bermanfaat ya.. Wassalam ^^