12 Des 2017

Untukmu, Calon Imamku

" Denganmu, cinta menjadi sederhana. Cinta menjadi salah satu bentuk penerimaan atas segala kekurangan.
Aku akan selalu membersamaimu dan terus belajar mencintaimu sebaik-baiknya agar aku pun bisa sebaik kamu. "

Hai kamu, pria yang akan menjadi imamku

hatiku tergerak menerima niat sucimu

karena kamu adalah jawaban dari istikhorohku.


Calon imamku ..

aku seorang wanita yang merasa jauh dari kata sempurna

aku hanya wanita biasa yang memiliki banyak kekurangan

namun ..

aku wanita yang bersedia menjadi bagian dari kebahagianmu

wanita yang akan menjadi pendamping hidupmu

pendamping yang siap menerima segala kekuranganmu

dan menjadi pendamping untuk menyempurnakan agama mu.


Calon imamku ..

Aku tak begitu menginginkan pernikahan mewah, mahar tinggi

Cukuplah kau nantinya menjadi imamku yang bertanggung jawab, setia dan taqwa pada-Nya

Jadi.. jika nanti aku telah sah menjadi makmum mu ..

tolong.. hargai setiap perlakuan baikku agar aku tetap hormat kepadamu

tolong.. berikan perhatian dan pengertianmu agar aku tetap damai bersamamu

dan tolong.. bijaklah menghadapiku jika aku berbuat salah

tuntun aku dengan baik untuk memperbaiki kesalahanku


Semoga hari dimana ikatan suci itu tiba, menjadi awal penuh berkah untuk kita bersama.

Dari aku, calon makmum mu.

14 Nov 2017

Terimakasih, Ayah Ibu

Ayah.. Ibu..
Saat aku mulai menginjak remaja, banyak yang aku tahu namun tidak banyak yang aku mengerti
Berbagai gejolak seakan mengacuhkan segala nasehat yang mungkin menyakiti kalian
Semakin lama hidupku pun diperbudak oleh keegoisan ku
Dan suatu hari aku tersadar, itu sebuah kesalahan besar
Maafkan aku, Ayah Ibu

Ayah.. Ibu..
Aku begitu bangga memiliki orang tua seperti kalian
Cinta kasih, kesederhanaan dan segala kebaikan kalian ajarkan
Kalian selalu berperan seperti malaikat yang melindungiku dari kejamnya dunia
Seperti waktu itu.. saat orang lain menertawai ambisiku
Tapi kalian meyakinkanku bahwa aku mampu melakukannya hingga semuanya terwujud

Kini.. usiaku sudah menginjak di angka 21
Ada seorang pria yang berniat tulus menggantikan tanggung jawab kalian terhadapku
Maka terimakasih atas segala pengorbanan yang kalian lakukan untukku
Terimakasih juga untuk tidak mudah mengijinkanku berhubungan dengan pria di luar sana
Aku tahu kalian tidak ingin aku salah langkah memilih orang yang akan melindungiku, menggantikan tanggung jawab kalian



Aku akan selalu mendoakan kesehatan dan kebahagiaan kalian
Dan aku berharap suatu saat nanti, putra putriku menyayangi aku dan suamiku sebagaimana aku menyayangi kalian sebagai putrimu.

25 Okt 2017

Memilih Pasangan Hidup Itu Dilihat Dari Apanya?

Saat itu saya masih duduk di bangku SMA, meski belum ada keinginan untuk menikah namun entah mengapa terlintas pikiran tentang ini. Semoga bisa bermanfaat.

Berdasarkan KBBI, pernikahan adalah ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama.

Source : moslemmart.com

Awalnya saya pikir, untuk mendapat kebahagiaan dari pernikahan.. para pria lebih memilih menikahi wanita yang dia nilai paling cantik dan para wanita lebih memilih pria yang lebih kaya.

Sebagaimana yang telah kalian tahu, ada 4 kriteria dalam memilih pasangan hidup
  1. Agamanya
  2. Kecantikan
  3. Keturunannya
  4. Hartanya
Nah, saya lihat dari pengalaman satu wanita yang saya kenal, dia memilih pria karena kekayaannya. Setelah beberapa bulan menikah, saya kaget melihat keadaannya yang tampak tak terurus.

Tidak hanya enggan memberi hak hias, tapi pria yang dulu dipilih sebagai suaminya ternyata malah pergi meninggalkan tanggung jawabnya.

Dan sebagai contoh kecil karena pria yang memilih wanita dari keelokan parasnya, saya lihat dari pengalaman salah seorang guru saya.

Beliau berniat menikahi wanita yang dia cintai karena kecantikan paras dan tubuhnya hingga tega meninggalkan istrinya.

Tak sampai setengah tahun guru saya menikah dengan istri barunya yang aduhai, saya sebagai murid turut prihatin mendengar kabar tak sedap tentangnya.

Selama pernikahan mereka, ternyata istrinya hanya memanfaatkan kekayaanya. Begitu bangkrut, istrinya menggugat cerai guru saya.

Akhirnya.. saya bisa mengambil hikmah dari kejadian nyata yang sudah saya ceritakan barusan.

Jadi, sebelum melakukan pernikahan, alangkah baiknya jika kita memahami dulu makna pernikahan yang sesungguhnya, dari segi apa kita utamakan dalam memilih pasangan?

Karena betapa tidak menjaminnya kecantikan untuk dijadikan kunci dari langgengnya pernikahan dan sangat tidak menjaminnya kekayaan untuk mendapat kebahagiaan dari pernikahan.

Untuk apa berparas cantik jika menyakiti suami?

Untuk apa uang banyak jika enggan berbagi dan meninggalkan tanggung jawab pada istri?

Jadi.. benarkah bahwa kekayaan dan kecantikan bukan menjadi kunci kesetiaan? Bukan menjadi kunci kebahagiaan?

Lalu bagaimana dengan kehidupan rumah tangga yang istrinya solehah, jago masak, cantik pula? Suaminya tampan, mapan dan soleh pula?

Bukankan jodoh itu cerminan diri?

Saya pribadi mengartikan bahwa cantik atau tampan itu bonus.

Soal keahlian.. bukankah kita dituntut untuk terus belajar semasa hidup kita?

Urusan rezeki, saya sependapat dengan tulisan yang dibuat Mas Doni,
"Khusus untuk urusan Rezeki dan Jodoh, saya agak kesulitan juga menjelaskannya, karena memang untuk kasus-kasus ini sering terjadi hal-hal yang agak “aneh”. Bukan tidak masuk akal, hanya saja pada beberapa kasus cenderung keluar dari aturan-aturan yang ada. Selain itu juga karena adanya persinggungan dengan “takdir” orang lain. Tapi, sebagian besar tetap terikat Sunnatullah yang sudah ada." Selengkapnya di Takdir Rezeki Jodoh dan Kematian
Bisa kita simpulkan bahwa pilihan yang terbaik dalam memilih calon pasangan hidup itu, dari agamanya.. akhlaknya..

Karena sangat jelas jika akhlak seseorang baik, tentu iman nya baik, termasuk menjadi tahan godaan, entah itu godaan duda/janda yang kegatelan atau para pelakor (perebut laki orang) yang banyak bertebaran.

Kalo perebut istri orang namanya perisor kali ya :D

Saran dari Imam tabi'in terkemuka Imam Hasan Al Basri, 
"Pilihlah laki-laki yang baik agamanya, jika marah ia tidak akan menghina, jika cinta ia akan memuliakan"
Dan ada salah satu quotes, entah karya siapa tapi menurutku ini benar adanya. 
" Kalau hanya untuk bersenang-senang, banyak wanita yang bisa menemanimu di luar sana. tapi jika engkau ingin berbahagia, engkau harus menikahi wanita baik (wanita berakhlak) yang merawatmu dalam keluarga yang penuh kasih dan kesetiaan. "